Tentang WPC Decking yang Harus Anda Ketahui

Admin 11 Juni 2018

Tentunya Anda sudah lebih mengerti dan mengenal lantai kayu pada umumnya. Tapi, apakah Anda familiar dengan Wood Plastic Composite (WPC) decking? Secara singkat, WPC adalah tipe dek atau lantai yang terbuat dari perpaduan plastik dan serat atau serbuk kayu. Dibandingkan dengan kayu biasa, komposit lebih berat bobotnya, namun lebih tahan lama.

 

Selain itu, WPC juga lebih hemat biaya namun tetap berkualitas tinggi. Tipe lantai ini memang memiliki beberapa keunggulan daripada kayu biasa, seperti yang sudah dijelaskan di artikel ini. Tapi tidak hanya itu saja, ada beberapa fakta lain yang harus Anda ketahui mengenai WPC decking.

 

1. Terdapat dua jenis decking

Pada dasarnya, terdapat dua jenis decking, yaitu solid (padat) dan hollow (berongga). Dek yang solid bobotnya lebih berat dan lebih mudah terpengaruh oleh naik turunnya suhu, namun terlihat lebih natural. Sedangkan, hollow decking adalah alternatif yang lebih murah, tetapi membutuhkan perawatan ekstra sebelum pemasangan supaya mencegah kerusakan.

 

2. Memungkinkan Anda untuk jadi lebih kreatif

Karena wpc decking mengandung plastik, Anda bisa memanfaatkannya dalam berbagai proyek. Desain dengan berbagai warna yang rumit pun bisa Anda kerjakan tanpa masalah karena lantai komposit memiliki varian warna yang banyak.

 

Ingin lantai kayu warna pink, ungu, atau kuning? Bisa Anda dapatkan dengan mudah dengan WPC. Mengecat atau mewarnai dek justru tidak dianjurkan karena hal itu dilakukan saat proses pembuatan di pabrik.

 

Oleh karena itu, Anda dapat menggabungkan beberapa warna sekaligus. Sebagai contoh, Anda bisa menempatkan dek dengan warna berbeda untuk meng-highlight tepi tangga untuk aksen desain yang bagus. Yang penting, sseperti apapun desain atau warna yang Anda inginkan, jangan mewarnainya sendiri bila Anda berubah pikiran.

 

3. Ramah lingkungan

Salah satu hal penting dari WPC decking adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Jadi, bila Anda ingin proyek atau rumah yang eco-friendly, dek ini adalah pilihan yang sangat cocok. Lantai kayu biasa membutuhkan pohon yang ditebang, dan bukanlah hal yang mudah untuk mengelola hutan yang selalu sustainable.

 

Lalu, dek komposit juga terbuat dari plastik dan kayu daur ulang. Serat/serbuk kayunya terbuat dari serbuk gergaji dan potongan kayu yang tidak digunakan. Sebagian plastiknya juga terbuat dari sampah plastik rumah tangga. Hal ini sangat mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir.

 

4. Tetap membutuhkan maintenance

Meskipun lebih tahan lama daripada lantai kayu biasa, WPC decking juga membutuhkan perawatan rutin. Musuh utama tipe dek ini adalah jamur, terutama di tempat-tempat yang lembab, basah, dan gelap.

 

Dek komposit juga rentan membusuk karena kelembaban. Solusinya adalah memberi lapisan anti jamur, menyapu dek secara rutin, dan membetulkan kebocoran sedini mungkin.

 

5. Instalasi mudah namun harus berhati-hati

Pemasangan dek komposit memang tidak susah karena mudah dipotong dengan peralatan kayu standar. Tetapi WPC decking memiliki jenis instalasi yang berbeda dan membutuhkan jarak yang tepat supaya tidak kendur atau melengkung.

 

Lalu, suhu yang naik turun juga sangat mempengaruhi tipe dek ini dibandingkan kayu biasa, sehingga dibutuhkan instalasi yang tepat oleh para profesional, seperti Selgrid.

 

Tidak susah untuk mendapatkan WPC decking dengan layanan dan support yang berkualitas, karena sekarang Anda bisa mendapatkannya di Selgrid. Kami tunggu proyek Anda selanjutnya.