5 Jenis Fitur dan Perubahan Pada Decking WPC yang Harus Anda Ketahui

Admin 29 Oktober 2019

Decking wpc adalah sebuah imitasi dari dek kayu yang lebih terjangkau harganya, lebih mudah perawatannya, dan lebih menguntungkan Anda. Tetapi, karena dek ini masih mengandung kayu, maka beberapa perubahan dan perbedaan yang terjadi pada kayu asli juga dapat terjadi pada wpc.

Perbedaan warna.

Seperti papan kayu asli yang memiliki variasi alami, setiap papan wpc memiliki keunikan dan tidak selalu sama setiap waktu. Selain proses produksi yang mungkin berubah, bahan baku wpc, yaitu kayu dan plastik, juga akan mempengaruhi warna produk. 

Ketika sebuah produsen menggunakan cetakan baru, maka warna hasil akhir papan dek tersebut bisa berbeda. Sehingga, jika Anda membutuhkan decking wpc untuk proyek skala besar, sebaiknya Anda memesan dek tersebut dalam jumlah yang banyak di waktu yang sama. Karena jika tidak, Anda mungkin akan menemukan perbedaan warna.

Perubahan warna oleh karena cuaca.

Dalam waktu beberapa bulan setelah pemasangan, decking wpc umumnya akan berubah warna lebih muda atau lebih terang daripada warna dek yang pertama kali Anda dapatkan. Perubahan warna ini biasanya terjadi dalam waktu tiga hingga enam bulan pertama. 

Tetapi Anda tidak perlu khawatir akan warna yang kusam atau dek yang tidak terlihat menarik, karena seperti kayu asli, papan wpc akan tetap terlihat cantik meski mengalami perubahan warna. 

Yang perlu Anda catat adalah, ketika dek komposit terpapar oleh cuaca dan sinar matahari yang tidak konsisten atau tidak rata, perubahan warnanya bisa berbeda-beda juga. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda sebaiknya tidak menutup dek dengan karpet, tikar, atau perabotan lainnya dalam beberapa minggu setelah pemasangan wpc.

Oksidasi.

Setelah instalasi decking wpc di luar ruangan, papan dek tersebut akan terekspos oleh segala hal yang ada di tempat terbuka. Sehingga, dalam beberapa minggu pertama, dek komposit tersebut juga akan mengalami perubahan warna ke arah cokelat muda atau kekuningan. Hal ini terjadi akibat efek oksidasi.

Efek ini lebih mudah terjadi pada dek berwarna abu-abu dan sejenisnya. Waktu oksidasinya akan berbeda-beda tergantung kondisi cuaca dan paparan sinar matahari. Tetapi, prosesnya tidak akan memakan waktu lebih dari empat minggu. Setelah oksidasi sudah berlangsung, maka wpc akan tetap mengalami perubahan oleh karena cuaca (poin kedua).

Pewarnaan, pengecatan, dan penambahan lapisan anti air.

Ketiga hal ini bukanlah hal yang wajib Anda lakukan ketika memasang decking wpc. Jika Anda melakukan beberapa hal tersebut, produk itu umumnya tidak akan terikat atau tertempel dengan baik pada permukaan papan dek dan akan mengelupas. Bahkan, mewarnai atau mengecat ulang wpc bisa menghanguskan garansi produk.

Goresan dan papan yang melekuk.

Sama seperti flooring kayu solid atau dek timber (kayu asli), wpc juga dapat tergores dan melengkung. Oleh karena itu, perawatan dan pemeliharaan tetap harus Anda lakukan untuk mencegah serta meminimalisasi kerusakan dan goresan akibat salah penanganan atau kecelakaan.

Setelah instalasi decking wpc selesai, hindari menarik atau menyeret perabotan, peralatan, dan benda tajam lainnya di atas permukaan dek komposit. Memang, goresan yang ada pada wpc akan memudar dengan sendirinya, namun sebaiknya Anda segera membersihkan segala kotoran yang dapat menggores wpc. 

Apakah Anda masih menginginkan informasi tambahan mengenai decking wpc? Jangan tunggu lebih lama dan hubungi tim Selgrid sekarang juga.